Mau ke Jepang 2026? Siap-siap, Ada 4 Biaya Baru yang Bikin Dompet Kaget!

Pasti diantara teman-teman travellers disini, ingin kembali lagi berlibur ke Jepang. Jepang itu ga pernah gagal bikin orang Indonesia jatuh cinta. Mulai dari kecantikan bunga sakura, makanan tradisional khas nya yang lezat, tata kelola kota nya yang bagus, orang-orang nya yang ramah, dan masih banyak lagi.

Tapi kalau teman-teman travellers lagi susun rencana trip untuk 2026, ada baiknya mulai hitung ulang deh budget wisata teman-teman travellers. Karena pemerintah Jepang sekarang sedang menggeser fokus dari “wisata massal” ke arah pariwisata yang lebih premium dan berkelanjutan. Artinya? Beberapa kebijakan baru bisa bikin total pengeluaran naik cukup signifikan.

Supaya nggak kaget di tengah perjalanan, yuk simak lengkap penjelasan dibawah ini.

1. Sistem Tax-Free Berubah: Refund di Bandara, Bukan Lagi di Kasir

Selama ini belanja di Jepang terasa menyenangkan karena sistem tax-free yang praktis. Pajak konsumsi 10% langsung dipotong saat bayar di kasir. Namun mulai November 2026, sistem ini akan berubah total. Wisatawan tetap harus membayar harga penuh termasuk pajak saat transaksi. Refund pajak hanya bisa diklaim di bandara sebelum keberangkatan, hal ini terkadang menjadi masalah bagi beberapa wisatawan karena berpengaruh pada masalah cash flow. Jadi kalau biasanya mengandalkan potongan langsung untuk belanja lebih banyak, di tahun ini perlu strategi yang berbeda yaa.

2. Biaya Visa Direncanakan Naik Tajam

Salah satu isu yang paling mengejutkan adalah rencana kenaikan biaya visa Jepang di tahun 2026. Pemerintah Jepang memberi sinyal bahwa tarif administrasi visa bisa naik drastis, bahkan disebut-sebut bisa berkali-kali lipat dari harga saat ini. Tapi hingga saat ini informasi tersebut masih dalam rencana dan belum dapat dikonfirmasi.

3. Departure Tax Naik

Rencana nya pada tahun 2026, pemerintah Jepang akan menaikkan departure tax 3 kali lipat. Dari yang sebelum nya ¥1.000 menjadi ¥3.000. Biasanya biaya tax ini sudah termasuk dalam harga tiket pesawat kepulangan teman-teman travellers. Hal ini dikarenakan adanya lonjakan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.

4. Pajak Hotel Naik & Munculnya Dual Pricing

Beban tambahan juga mulai terasa di sektor akomodasi. Beberapa kota-kota wisata populer seperti Kyoto sudah memproyeksikan kenaikan pajak hotel di tahun 2026. Selain itu, muncul fenomena yang disebut dual pricing. Yakni merupakan penerapan harga berbeda antara turis asing dan warga lokal di restoran atau tempat wisata tertentu. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap over tourism. Lonjakan wisatawan membuat harga sewa dan biaya hidup warga lokal ikut naik. Dengan ada nya harga ganda ini, wisatawan diminta membayar lebih sebagai bentuk untuk menjaga keseimbangan ekonomi lokal. Meskipun belum diterapkan secara menyeluruh di semua wilayah, tren ini diprediksi akan semakin umum di kota-kota besar dan destinasi favorit.

Kalau teman – teman travellers disini sedang menyusun rencana ke Jepang untuk musim sakura, autumn atau periode Lebaran 2026 sudah waktunya untuk mulai menyesuaikan lagi anggaran untuk berlibur ke Jepang ya! Tapi meskipun dengan ada nya perubahan tarif tax, Jepang tetap akan menjadi negara yang menyenangkan untuk terus di eksplor.