Ini Dia Bedanya Shrine & Temple di Jepang, Jangan Sampai Salah Sebut!

Kalau teman-teman travellers sudah pernahh ke Jepang, pasti pernah mengunjungi beberapa tempat ibadah yang terlihat berbeda-beda kan? Ada beberapa yang ditandai dengan gerbang merah besar di pintu masuk, ada juga yang memiliki bangunan megah dengan patung dan dupa di dalamnya. Sebenarnya kedua tempat ini memiliki makna dan fungsi nya yang berbeda-beda dalam kehidupan masyarakat Jepang, meskipun dari sudut pandang wisatawan asing terlihat sama saja. Dari banyak nya travellers yang sudah bolak-balik ke Jepang pun masih belum benar-benar paham perbedannya. Yuk simak penjelasan dibawah ini, apa aja sih perbedaan nya Srine dan Temple. 

Shrine biasanya ditandai dengan gerbang merah atau biasa dikenal sebagai torii. Shrine sendiri merupakan tempat ibadah kepercayaan shinto yang merupakan kepercayaan asli Jepang berfokus pada penghormatan alam dan roh (kamii). Biasanya shrine terletak di tempat yang lebih terbuka, dekat dengan alam, dan dikelilingi pepohonan yang membuat suasana terasa lebih tenang dan damai. Sebelum masuk ke area shrine seringkali terdapat area untuk membersihkan tangan sebelum masuk sebagai simbol penyucian diri. Cara berdoa sendiri biasanya cukup khas, yakni setelah menyucikan diri biasanya pemeluk Shinto akan membunyikan lonceng sebagai tanda kehadiran. Dilanjutkan persembahan dengan memasukkan koin ke kotak persembahan dan berdoa dengan cara 2 kali membungkuk, 2 kali bertepuk tangan, 1 kali membungkuk. Dan biasanya di beberapa sudut teman-teman travellers bisa melihat papan kayu kecil tempat orang-orang menuliskan harapan mereka. 

Berbeda dengan shrine, temple atau otera adalah tempat ibadah agama Buddha yang memiliki suasana lebih sakral dan mendalam lagi. Dari segi tampilan, temple biasanya memiliki arsitektur yang lebih megah ditandai dengan adanya pagoda, patung Buddha dan area pembakaran dupa yang akan memberikan nuansa lebih khas. Saat diberada di temple, teman-teman travellers akan merasakan susana yang lebih hening dan cocok untuk menenangkan diri dan merenung sejenak. Biasanya juga dapat melihat pemeluk agama Buddha untuk berdoa ditandai dengan menyalakan nya dupa sebagai simbol penyucian dan berdoa di depan patung Buddha. 

Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, kedua tempat ini hidup berdampingan dengan sangat harmonis di Jepang. Bahkan, masyarakat lokal sendiri sering mengunjungi kedua nya tanpa merasa harus memilih salah satu. Hal ini pun yang menjadi salah satu keunikan budaya Jepang, dimana tradisi dan kepercayaan bisa berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sini teman-teman travellers sudah mengerti kan perbedaannya, mungkin terlihat sederhana tapi justru dengan memahami ini pengalaman liburan teman-teman travellers dapat lebih bermakna lagi. Dan beberapa teman-teman travellers yang sudah pernah ke Jepang sebelumnya ini bisa jaadi cara untuk menikmati Jepang dari sudut pandang yang berbeda. Tidak hanya destinasi untuk foto-foto saja tapi juga tau cerita dan budaya di baliknya.